Halo KetoFriend! Para pecinta kopi, pastinya tidak asing lagi ya mengenai kopi Arabica dan Robusta. Tapi tahu tidak sih apa perbedaan dari keduanya? Ternyata masih banyak yang bertanya mengenai beda Arabica dan Robusta. Ada yang bilang lebih suka kopi Arabica, dan juga sebaliknya tak sedikit yang bilang kopi Robusta lebih enak loh. De gustibus non est disputandum. Seperti itulah selera tak bisa diperdebatkan.

Di dunia ini terdapat empat jenis kopi yang dikenal: Arabica, Robusta, Liberica dan Excelsa. Arabica menguasai 75 persen pasar dunia, Robusta 20 persen, dan sisanya dua yang lain.

5 Perbedaan Kopi Arabica dan Robusta

Berikut 5 perbedaan kopi Arabica dan Robusta :

1. Bentuk.

Secara bentuk dapat dibedakan (lihat foto atas). Arabica lebih lonjong, sedangkan Robusta lebih bulat. Berdasarkan garisnya, Robusta cenderung lurus, Arabica berkelok. Jadi saat Ketofriend membeli kopi, sudah bisa melihat perbedaan keduanya dari bentuk saja loh. Kalau penjualnya bilang “Arabica” tapi menemukan bentuk bulat dan bergaris lurus di biji kopi, berarti dia telah berbohong atau tak tahu beda Arabica dan Robusta.

2. Lingkungan Tumbuh

Arabica hanya bisa tumbuh di atas 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) sampai 2.000 mdpl. Lebih maksimal hasilnya di atas 1.000 mdpl. dengan suhu optimalnya antara 15-24 derajat Celcius. Sedangkan Robusta tumbuh di ketinggian 0-700 mdpl dengan suhu optimal 24-30 derajat Celcius. Jadi kita hanya bisa menanam Robusta di pekarangan rumah, kecuali rumah Ketofriend di gunung loh.

3. Kafein

Jumlah kadar kafein pada Robusta sekitar 1,7-4 persen, lebih tinggi (hampir dua kali lipat) dari Arabica yang cuma 0.8-1,4 persen. Makin tinggi kafein, maka kopi makin pahit pula. Jumlah maksimum asupan kafein yang direkomendasikan Mayo Clinic sebanyak 400 mg per hari atau setara 4 cangkir kopi. Jadi jangan sampai kelebihan ya Krtofriend.

4. Rasa

Kopi Arabica lebih kaya rasa. Sebelum disangrai, kopi Arabica memiliki rasa seperti berry. Setelah digoreng, digiling dan kemudian diseduh, rasa yang tersembunyi akan bermunculan. Terkadang keluar pula rasa pisang, nangka, jeruk, citrus, caramel dll. Beda lagi dengan Kopi Robusta yang sebelum disangrai berasa kacang-kacangan. Setelah diseduh, rasa yang dominan rasa pahitnya (karena kafeinnya tinggi). Rasa yang lain yang mungkin muncul: nutty dan chocolaty.

5. Keasaman

Kopi Arabica cenderung lebih asam karena karakter kopi sendiri memang menyerap rasa di sekitarnya. Kopi Bali Kintamani, misalnya, berasa asam karena ia ditanam di subkultur yang subur untuk perkebunan jeruk. Tapi asam kopi Bali Kintamani itu menyegarkan. Di Ethiopia yang subur untuk perkebunan teh dan anggur, kopi mereka pun terpengaruh rasa dan aroma teh dan anggur yang kuat.

Dulu pernah ada peta acidity belt kopi Indonesia. Gambarannya: makin ke Barat wilayah Indonesia makin berasa asam, makin ke Timur makin pahit. Jadi kopi Gayo lebih asam, kopi Wamena lebih pahit. Tapi peta itu sudah direvisi karena berbagai varietas muncul di semua wilayah. Bagaimana dengan Kopi Robusta? Nyaris sama sekali tidak asam. Tetapi seperti kopi robusta Ulubelu Lampung ternyata muncul sedikit rasa asam yang justru disukai.

Jadi Ketofriend lebih suka yang mana? Sudah jelas memang hal paling mencolok bisa kita lihat dari bentuknya, tapi tidak salah juga untuk mencoba dulu untuk bisa mendapatkan jenis kopi yang kamu mau ya. Sekali lagi, selera tak bisa diperdebatkan.

Karena itu, Ketofriend bisa menemukan kopi arabica dan robusta di Kopi Keto loh, tersedia biji dan dalam bentuk powder juga. Jadi mudah bisa diseduh sendiri dirumah. Pastinya tidak lupa dengan makanan ringan keto friendly juga yang ada di website Kopi Keto. Anda juga bisa melihat produk melalui Tokopedia dan Shopee Kopi Keto. Salam kopi Nusantara Ketofriend!

Link: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=144179226239220&id=100019414301735

arabica cianjur kopi matematika nusantara rasio kopi robusta SCAA sejarah