But first, coffee…..
Ngopi dulu, baru mengerjakan yang lain. Begitulah yang dilakoni jutaan orang di dunia setiap hari. Kafein menjadi stimulan favorit tiap pagi. Menjadi energy booster agar tubuh tetap terjaga di berbagai aktivitas. Di awal-awal ditemukannya, kopi bahkan diminum di malam hari oleh para pengikut tarekat sufi agar tetap terjaga saat berzikir tengah malam hingga dini hari.
Kafein sejatinya sudah dikonsumsi ribuan tahun lalu. Tak hanya ada dalam kopi, kafein juga ada dalam teh, cokelat, sebagian minuman soda, es krim hingga kuaci bunga matahari. Teh sudah ada sejak 3000 SM dan ditulis dalam legenda-legenda Mongolia. Kopi baru disebut dalam legenda Kaldi pada abad 9.
Jumlah para kafeinis atau pengabdi kafein? kian bejibun setelah kopi ditemukan dan kemudian menjadi minuman yang sangat populer. Belakangan, lembaga-lembaga medis dan penelitian, seperti Mayo Clinic, membuat batasan dosis kafein yang aman dikonsumsi, yaitu sekitar 400 mg atau setara dengan 4-5 cangkir kopi sehari. Itu gambaran umumnya.
Niket Sonpal MD, ahli gastroeterologi dan profesor di Touro College New York dan Robert Glatter MD, asisten profesor di Lenox Hill Hospital, Northwell Health, seperti dikutip MedicalNewsToday.com, mengatakan bahwa jumlah kafein yang aman buat tubuh bervariasi berdasarkan beberapa faktor, termasuk apakah Anda memiliki kepekaan terhadap kafein, sedang hamil, mengalami insomnia atau kecemasan berkelanjutan. Faktor lain adalah usia, berat badan dan faktor genetik.
“Jadi saat mempertanyakan apakah Anda mengkonsumsi terlalu banyak kafein, fokuslah pada diri sendiri, pada asupan kafein kolektif Anda sendiri,” kata Glatter.
Kafein ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Runge, pada 1819. Ia menciptakan istilah “kaffein” untuk merujuk pada senyawa kimia pada kopi. Kafeina juga disebut guaranina ketika ditemukan pada guarana, mateina ketika ditemukan pada mate, dan teina ketika ditemukan pada teh. Semua istilah tersebut sama-sama merujuk pada senyawa kimia yang sama: C8H10N4O2. Kafein dijumpai secara alami pada bahan pangan seperti biji kopi, daun teh, buah kola, guarana, dan maté.
Glatter mengatakan kafein yang merupakan zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia itu merupakan stimulan sistem pusat saraf pada manusia. Kafein juga memblokir reseptor adenosin alias depresan sistem saraf pusat di otak yang biasanya membuat Anda merasa lelah dan menyebabkan tidur. “Dengan memblokir mereka, kafein akan membangunkan Anda,” kata Glatter.
Efek lain yang juga menarik: kafein mampu meningkatkan jumlah neurotransmitter yang membuat kita merasa nyaman. Cara kerjanya, dopamin di otak yang biasanya cepat diserap kembali ke seluruh tubuh, diperlambat oleh kafein. Dengan begitu, hormon dopamin yang mempengaruhi berbagai aktivitas manusia, mulai dari kemampuan mengingat hingga mengendalikan emosi sehingga tubuh menjadi rileks, kembali bekerja optimal.
Nah, dari begitu banyak manfaat kesehatan mengkonsumsi kopi seperti sering disebut banyak penelitian, kafein ikut menyumbangkan perannya. Tapi bagaimana kita bisa menakar jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuh agar kita mendapat manfaat kesehatan yang optimal? Situs itu, juga healthline.com, memberi gambaran sekitar 400 mg kafein atau 4-5 cangkir kopi sehari–dengan asumsi Anda hanya mengopi?, tidak minum teh atau minuman berkarbonasi.
Setiap cup kopi sebenarnya mengandung kadar kafein yang berbeda-beda. Jenis kopi yang dipilih, gelap-terangnya sangrai, ukuran gilingan, seduh panas atau dingin, seduh manual atau mesin, juga ukuran cup sangat mempengaruhi kadar kafein yang Anda minum. Di Starbucks, misalnya, jika Anda membeli 1 cup kopi hitam ukuran grande, berarti Anda bakal menyesap 300 mg kafein dari cup itu.
Dengan berbagai variabel penentu itu, tulis thespruceeats.com, kopi bisa menawarkan kadar kafein dari 50-400 mg kafein per cup. Rata-ratanya sih, jika kita pakai ukuran 1 cup = 8 oz atau 230-250 ml, maka 1 cup mengandung rata-rata 100-110 mg kafein. Tapi sekali lagi kadar kafein di cangkir Anda sangat bergantung faktor berikut ini:
Jenis Biji
Ada dua biji kopi yang populer: Arabica dan Robusta. Kopi Arabica lebih kaya rasa, kopi Robusta lebih pahit. Makin tinggi kafein makin pahit. Jumlah kafein Robusta hampir 2 kali lipat kopi Arabica.
Penyangraian
Lamanya waktu penyangraian atau pemanggangan biji kopi mempengaruhi kandungan kafein. Makin lama dan makin tinggi suhu sangrai, biji kopi akan makin kehilangan kadar air dan kafein. Jadi biji kopi dengan light atau medium roasted memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dari kopi yang gelap.
Ukuran Gilingan
Ukuran grind (gilingan) mempengaruhi seberapa banyak kafein yang diekstrak dari kopi bubuk. Menyeduh kopi dengan ukuran gilingan lebih kecil menghasilkan kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan dengan gilingan kasar.
METODE SEDUH
Prinsipnya, semakin panas suhu air, dengan alat seduh apapun, maka kopi dan kafein akan lebih terekstraksi dibanding suhu yang dingin. Jadi kandungan kafein kopi panas lebih tinggi dari kopi dingin. Tapi kopi coldbrew yang diseduh dengan air suhu normal atau dingin mengandung kadar kafein yang cukup tinggi karena direndam atau didrip dalam waktu yang lama, 8-24 jam. Makin lama waktu perendaman makin menaikkan kadar kafein.
French Press/Tubruk dan Kopi Tetes (Pour Over)
Teknik French Press cara kerjanya mirip tubruk. Kopi diseduh dengan air panas, lalu dipress dan dibiarkan berekstraksi (direndam) beberapa menit. Penggunaan air panas dan perendaman yang lebih lama itu meningkatkan kadar kafein. Tapi kopi tetes atau seduh panas manual brew (dengan teknik pour over seperti V60, Kalita Wave, Chemex dll) tidak menghasilkan kandungan kafein tertinggi, tapi tetap memberi dosis kafein cukup besar.
Espresso
Espresso dibuat dengan mengekstrak sedikit air panas melalui biji kopi yang digiling halus. Kopi yang terkonsentrasi di espresso mengandung kafein dalam jumlah tinggi tapi disajikan dalam jumlah sedikit.
Es Kopi
Es kopi merupakan kopi yang diseduh dengan air panas tapi kemudian dicampur dengan es batu atau susu. Es atau susu mengencerkan minuman pekat dari kafein penuh yang didapat dari secangkir kopi biasa. Jumlah kafeinnya sedikit turun dari kopi seduh panas.
Kopi Instan
Kopi instan adalah kopi yang dibuat dengan cara dibekukan atau diuapkan sehingga berbentuk bubuk. Teknik ini memangkas jumlah kafein.
Decaf
Walaupun disebut decaf, kopi tanpa kafein ini masih mengandung sedikit kafein. Sebagai perbandingan jika 8 oz kopi seduh panas biasa mengandung 95 mg kafein, kopi decaf 8 oz mengandung 2 mg kafein. Selama proses dekafeinisasi, sekitar 97 persen kafein diekstraksi dari biji kopi hijau melalui air atau karbon aktif.
Berikut daftar jumlah kafein kopi dengan berbagai teknik seduh per cangkir (8 oz):
- Kopi Instan 27 mg
- Kopi Seduh Panas 95 mg
- Kopi Coldbrew 153 mg
- Es kopi 65 mg
- Espresso (2 oz/1 shot) 150 mg
- Latte 63 mg
- Cappuccino 80 mg
Jadi jika Anda penyuka kopi robusta dan biasa menyeduhnya dengan French Press atau ditubruk, apalagi menggunakan kopi light roast dan giling halus, maka Anda akan mendapatkan kafein tertinggi tiap pagi. Cara lain mendapatkan kafein tertinggi, ya tenggak saja double shot espresso?. Jika Anda meminum dua-duanya, kemungkinan yang akan terjadi: Anda akan “bergentayangan” sepanjang hari dan malam.
Salam kopi Nusantara
Recent Comments